Banjir Di Bojonegoro Rendam 750 Unit Rumah Dan Menggenangi 800 Ha Sawah

Banjir Di Bojonegoro Rendam 750 Unit Rumah Dan Menggenangi 800 Ha Sawah
Petani di Desa Ngulanan Kecamatan Dander memanen tanaman padinya yang terkena banjir

BaSS FM, Bojonegoro - Banjir yang diakibatkan luapan sungai Bengawan Solo telah menggenangi 6 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Pemkab Bojonegoro, Selasa (3/05/2011) siang, banjir di kabupaten Bojonegoro yang menerjang 11 Desa di 6 Kecamatan telah merendam 750 unit rumah penduduk dan 8 unit bangunan Sekolah Dasar di kecamatan Balen dan Dander. Selain itu Banjir juga merendam 800 hektar sawah, 112 hektar sawah yang ditanami padi, 162 hektar tegalan dan 42 hektar pekarangan.

Sekteraris BPBD Pemkab Bojonegoro Budi Mulyono menjelaskan banjir Sungai Bengawan Solo ini disebabkan seiring dengan intensitas guyuran hujan sepanjang dua hari terakhir ditambah lagi dengan kontribusi hujan daerah hulu Sungai Bengawan Solo.

" Banjir disebabkan karena kiriman dari daerah hulu sungai Dungus Madiun dan Ngawi, dimana curah hujan sangat tinggi pada hari Minggu kemarin dari pukul 14.00 - 17.00 WIB, kata Budi Mulyono Sekretaris BPBD.

Budi Mulyono menambahkan berdasarkan pantauan di papan duga Karangnongko dan TBS Taman Bengawan Solo mulai pukul 10.00 - 12.00 WIB ketinggian air di sungai Bengawan Solo Bojonegoro stabil pada angka 14.90 dpl diatas permukaan laut, sedangkan tinggi air di Karangnongko yang berada di kecamatan Ngraho pada pukul 12.00 siang menunjukkan angka 27,13 atau turun 25 centimeter pada pukul 09.00 Wib.

Meski demikian, dia berharap warga yang tinggal di kawasan rawan banjir seperti Kecamatan Kota Bojonegoro,  Margomulyo, Ngraho, Padhangan, Kasiman, Purwosari, Kalitidu, Malo, Trucuk, Dander, Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor dan Kecamatan Baureno, tidak panik. Karena warga Bojonegoro sudah akrab dengan datangnya banjir.(rio)

Komentar (1)

Sudah rutinitas so semangat

Sudah rutinitas so semangat ajah

You are here