Proyek Pengembangan Produksi Puncak Migas Banyuurip Dimulai

Foto diambil dari situs : seruu.com

 
BaSS FM, Bojonegoro - Proyek pengembangan fasilitas produksi puncak Migas Banyuurip di Desa Mojodelik Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro di mulai, dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
 
Dalam kegiatan proyek ini MCL juga melakukan 5 kontrak pengembangan proyek fasilitas penunjang Migas atau EPC kepada lima konsorsium. Kontrak tersebut termasuk fasilitas proses produksi, jalur pipa darat berdiameter 20 inci sepanjang 72 kilometer, jalur pipa bawah laut sepanjang 23 kilometer dan menara tambat, fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) berkapasitas 1,7 juta barrel, serta fasilitas infrastruktur darat.
 
“Kami bekerja sama dengan BPMIGAS, PT. Pertamina EP Cepu, dan Badan Kerja Sama Blok Cepu (BKS) untuk secepatnya membawa sumber daya Banyu Urip ke tahap produksi penuh, sambil memastikan operasi yang aman dan terandalkan.”
 
Demikian kata Terry S. McPhail, President of Mobil Cepu Ltd, dalam rilis berita yang disampaikan kepada radiobassfm.com.  
 
Terry S. McPhail menambahkan, lapangan Banyu Urip diperkirakan mengandung lebih dari 450 juta barrel minyak dan direncanakan dapat memproduksi 165.000 barel minyak per hari. Fasilitas tersebut akan memproduksi minyak dari 49 sumur pada tiga anjungan sumur, memproses minyak tersebut di darat, lantas mengalirkannya lewat pipa laut ke FSO, di mana kapal tangker akan mengangkut minyak tersebut ke pasar domestik dan dunia.
 
" Pengembangan dan produksi Lapangan Banyu Urip ke depan akan membawa keuntungan berarti bagi Indonesia. Proses pembangunan fasilitas ini dapat dicapai dengan dukungan dari kalangan pemasok dalam negeri, termasuk perusahaan-perusahaan lokal. Banyak tenaga kerja Indonesia akan dipekerjakan oleh Mobil Cepu Ltd. beserta kontraktornya selama kurang-lebih tiga tahun masa pengembangan proyek ini."
 
Proyek ini akan menyediakan kesempatan bagi para pekerja untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, yang dapat diterapkan pada pengembangan proyek serupa di masa depan, baik pada industri minyak dan gas maupun industri lainnya. Beberapa pelatihan saat ini terus berlangsung bagi pengembangan teknisi lokal yang akan berperan dalam operasional produksi nantinya.

You are here